Poliklinik Jiwa

Poliklinik Jiwa

Rumah Sakit Tk.II dr. Soepraoen memiliki poli kesehatan jiwa,pasien yang berobat akan langsung  ditangani dengan dokter spesialis jiwa. Setelah mendiagnosis pasien, tentunya akan segera diambil tindakan terapi untuk mengatasi gejala yang dialami pasien. Pengobatan dalam kedokteran jiwa dibagi menjadi dua yaitu dengan obat dan psikoterapi. Pengobatan dengan obat dalam jangka waktu tertentu dikarenakan pasien yang mengalami gangguan jiwa akan berubah juga struktur dan mekanisme di dalam otaknya. Untuk mengembalikan fungsi itu dibutuhkan obat yang tepat dan berguna untuk pasien. Ketakutan pasien selama ini adalah ketergantungan obat. Hal ini tentunya tidak perlu ditakutkan karena hal itu tidak akan terjadi. Kebanyakan masyarakat kita sendiri masih belum paham benar apa arti dari ketergantungan. Ketergantungan adalah bila pasien terus meningkatkan dosis obat untuk mendapatkan efek dari obat dan tidak mampu berfungsi secara pribadi dan sosial karena sibuk mencari obat tersebut. Hal ini tidak terjadi pada pemakaian obat-obat jiwa dalam pengawasan dokter. Psikoterapi yang intinya pengobatan dengan cara-cara psikologis seperti terapi perilaku, terapi kognitif dan relaksasi juga sangat diperlukan. Psikoterapi sudah terbukti secara ilmiah dapat membantu proses penyembuhan pasien dan mampu mengatasi masalah-masalah pasien ketika pasien sudah tidak memakai obat lagi. Jadi jangan takut untuk ke dokter jiwa untuk berkonsultasi. Satu hal penting yang perlu diingat bahwa gangguan jiwa baik itu skizofrenia, depresi atau kecemasan yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kerusakan otak. Keadaan ini dapat membuat orang yang menderitanya mengalami penurunan fungsi berpikir yang berat.

Rumah sakit juga melayani seperti :

  • Sket Sehat Jiwa (untuk melamar kerja)
  • Sket sehat bebas narkoba
  • Pemeriksaan anak dan kenakalan remaja