Warning: Illegal string offset 'media_type' in /opt/lampp/htdocs/wp-content/plugins/post-custom-templates-lite/include/classes/otw_pctl_dispatcher.class.php on line 152

Warning: Cannot assign an empty string to a string offset in /opt/lampp/htdocs/wp-content/plugins/post-custom-templates-lite/include/classes/otw_pctl_dispatcher.class.php on line 152
Benigna Prostat Hiperplasia (BPH) » RS Tk.II dr. Soepraoen

RS Tk.II dr. Soepraoen

Benigna Prostat Hiperplasia (BPH)

Categories :Kesehatan

Benigna Prostat Hiperplasia (BPH)

BPH adalah pembesaran atau hypertropi prostat. Kelenjar prostat membesar, memanjang kearah depan kedalam kandung kemih dan menyumbat aliran keluar urine atau dapat menyebabkan hydronefrosis dan hydroureter.

Etiologi

Penyebab yang pasti dari terjadinya BPH sampai sekarang belom diketahui. Faktor lain yang erat kaitannya dengan terjadinya BPH adalah proses penuaan.

Manifestasi

Obstruksi prostat dapat menimbulkan keluhan pada saluran kemih maupun keluhan di luar saluran kemih

Gejala :

  • Penderita lebih sering kencing dapat terjadi pada malam dan siang hari
  • Terbangun untuk kencing pada malam hari
  • Perasaan ingin kencing yang sangat mendesak dan sulit ditahan
  • Nyeri pada saat kencing
  • Rasa tidak lampias sehabis kencing
  • Memulai kencing yang lama dan sering kali disertai dengan mengejan
  • Harus mengejan
  • Terputus – putusnya aliran kencing

Tahapan Pelasanaan Medis

  1. Stadium I : pada stadium ini biasanya belum memerlukan tindakan bedah, hanya diberikan pengobatan
  2. Stadium II : pada stadium ini merupakan indikasi untuk melakukan pembedahan biasanya dianjurkan reseksi endoskopi melalui uretra (trans ureta)
  3. Stadium III : sebaiknya dilakukan pembedahan terbuka

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

  1. Sedimen Urin : Untuk mencari kemungkinan adanya proses infeksi atau inflamasi saluran kemih
  2. Kultur Urin : Untuk mencari jenis kuman yang menyebabkan infeksi atau sekaligus menentukan sensitifitas kuman terhadap beberapa anti mikroba yang diujikan

Pencitraan

  1. Fotopolos Abdomen : Mencari kemungkinan adanya batu saluran kemih atau kalkulos aprostat dan kadang menunujukan bayangan bulibuli yang penuh terisi urin yang merupakan tanda dari retensi urin
  2. IVP (Intra Vena Pielografi) : Mengetahui kemungkinan kelainan ginjal atau ureter berupa hidroureter